Verified

Ironis, Bangunan Cagar Budaya Dijual

21:30 Feb 16 2016 Jl. Brigjen S Sudiarto No 132 Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang

Description
KLIPING - SEMARANG – Kabar tak sedap muncul menjelang pelantikan Wali Kota Semarang. Salah satu bangunan cagar budaya milik Pemerintah Kota Semarang, yakni Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang berlokasi di Jalan Brigjen S Sudiarto No 132 Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang saat ini kondisinya mengenaskan. Tidak hanya itu saja, di lokasi itu bahkan tertulis Dijual, Hubungi 085xxxxxx.

Muhammad Yogi Fajri dari Komunitas Sejarah Lopen Semarang mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Selain tidak terurus, ia mendengar bahwa bangunan tersebut sudah tidak dimiliki oleh pemkot lagi. ”Ini kan lucu. Yang dikatakan cagar budaya adalah tamannya. Sementara bangunannya adalah milik swasta,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/2).

Ia menjelaskan, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk merupakan salah satu cagar budaya yang seharusnya dijaga oleh pemerintah. Sebab, RPH itu adalah RPH modern yang kali pertama dibangun di kawasan tersebut.

Menurutnya, lantaran adanya RPH itu dapat menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar. ”Sejak adanya RPH tersebut, warga sekitar banyak yang memiliki industri pengolahan daging. Termasuk juga bapak saya ketika. Usaha tersebut berlangsung hingga sekarang,” bebernya.

Yogi berharap, dengan adanya Wali Kota Semarang yang baru menjadi momentum untuk menghidupkan kembali. Ia berharap, pemkot bersedia membeli kembali untuk dijadikan salah satu warisan cagar budaya yang menjadi ikon Kota Semarang. ”Itu saja, harapan kami,” katanya.

Terpisah, salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Semarang Tjahjono Rahardjo mengaku kesulitan untuk mencari pemilik bangunan tersebut. Pasalnya, bangunan itu diketahui telah dijual pemerintah kepada pihak lain.

”Statusnya hingga sekarang masih belum jelas. Kecuali tamannya yang memang milik pemkot. Sudah pernah diupayakan, tapi terkendala siapa pemiliknya,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, tambak bangunan tersebut tertutup dengan tembok dan seng. Dari kejauhan hanya terlihat tumpukan kayu dan barang-barang material bangunan. Di taman itu terpasang papan pengumuman yang menyatakan milik Pemkot Semarang dan telah ditetapkan sebagai kawasan benda cagar budaya.

Tak jauh dari lokasi itu terpampang sebuah baliho cukup besar bertuliskan dijual. Bagi siapa saja yang berminat, diminta untuk menghubungi nomor yang telah dicantumkan.

Saat Jawa Pos Radar Semarang mencoba menghubungi nomor tersebut, diterima seorang perempuan yang bernama Lis. ”Iya benar dijual. Luasnya 1.700 meter. Harga per meternya Rp 20 juta. Dulu memang bangunan RPH milik pemerintah, tapi sudah dibeli orang, dan kini kami jual. Sama seperti dengan Lotte Mart (sebelah gedung) yang dulu juga bekas bangunan RPH,” bebernya. (fai/aro/ce1)
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Pasar Peterongan Mulai Dibongkar

00:42 Jun 15, 2015

Jl. MT Haryono, Semarang, 0.85 Kms

Toko Fotografi Legendaris Dihancurkan

15:09 Aug 09, 2012

Semarang, 1.26 Kms

Bangunan Sarekat Islam Riwayatmu Kini

22:22 Aug 15, 2013

Semarang, 1.35 Kms

Menyelamatkan Sejarah Sarekat Islam

15:40 Oct 16, 2013

Semarang, 1.35 Kms

BCB Eks Kantor Surat Kabar Abad 19 Dirusak

16:12 Jul 04, 2015

Kota Lama, Semarang, 2.4 Kms