Verified

Pembangunan Kolam Gunting Menggangu Ekosistem Kebun Raya Bogor

23:32 Feb 16 2016 Kebun Raya, Bogor

Description
KLIPING - TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Pembangunan Kolam Gunting di dalam kawasan Kebun Raya Bogor menjadi perhatian oleh komunitas pelestari cagar budaya.

Pembangunan ulang Kolam Gunting dirasa tidak sesuai dengan konsep pelestarian cagar budaya di Kota Bogor.

Roemah Kahoeripan dan Komunitas Pelestarian Pusaka Budaya Bogor (KPPBB), kelompok yang konsen terhadap pelestarian budaya mengaku prihatin atas pembangunan Kolam Gunting.

Ketua KPPBB Ir. Dewi Djukardi, MH mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, kebun raya merupakan kawasan cagar budaya , memiliki beberapa bangunan dan situs yang telah berumur lebih dari 50 tahun.

"Kolam Gunting termasuk peninggalan cagar budaya berbentuk ekosistem yang umurnya sudah ratusan tahun," kata Dewi kepada Tribunnewsbogor.com.

Dewi mengatakan segala aktivitas pembangunan Kolam Gunting dengan mengubah sebagain bentuk dapat berpengaruh terhadap ekosistem.



Padahal, lanjut dia, ekosistem ini juga telah dilindungi oleh UU RI Nomor 32 Tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tertuang dalam Pasal 1 alinea Kedua.

Bunyinya, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

KPPBB mendesak Dirjen Kebudayaan membuatkan Surat Keputusan (SK) terhadap Kebun Raya Bogor sebagai kawasan Cagar Budaya Nasional.

"Kami sangat khawatir bila tidak ada SK tersebut akan terjadi pembangunan yang bisa merusak unsur cagar budaya," tandasnya.

Dewi juga mempertanyakan, beberapa hal terkait pembangunan Kolam Gunting.

"Apakah ada izin lingkungan. Jika izin itu ada apakah sudah memenuhi syarat. Apakah izin tersebut cacat hukum atau tidak. Jika tidak cacat hukum dan memenuhi syarat apa dasar hukumnya?" kata dia.

"Untuk pembangunan yang merusak nilai sejarah atau budaya itu harus diawasi oleh negara dan pemerintah," kata Dewi menambahkan.



Dewi juga meminta kepada Pemerintah Daerah ikut megawasi kebijakan dari Lembaga Pemerintah yang terjadi di wilayahnya.

Pandangan ahli

Menurut Ahli Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Siti Nurisyah, MSLA. IALI bahwa Kebun Raya memiliki Kolam Gunting asalnya adalah kolam buatan (artificial pond) yang merupakan bagian dari English Garden Landscape yang menjadi arahan design awal dari Kebun Raya ini.

Dalam EGL, padang-padang rumput yang berdesign organic dan alami merupakan ciri khasnya sehingga perubahan menjadi tepian yang diperkeras dan non organic terasa sangat mengganggu.

dok. KPPBB

"Kebun raya dan kolam ini merupakan contoh design EGL yang baik untuk dipelajari tetapi dengan perubahan ini maka kita telah kehilangan satu contoh taman Inggris yang representatifyang ada di Indonesia," terangnya.

Usia kolam ini juga sama dengan usia Kebun Raya yaitu lebih dari 100 tahun sehingga dalam kurun waktu tersebut, secara ekologis, telah terbentuk suatu ekosistem hayati yang stabil di kolam tersebut.

"Gangguan terhadap ekosistem saat pembangunan, dan juga pada masa mendatang yaitu dengan disediakannya fasilitas pengunjung untuk menikmati kolam ini, akan sangat mengganggu keberadaan satwa-satwa liar yang telah hidup dan menghuni hutan di kolam ini," ungkapnya.



Sangat disayangkan karena kola mini merupakan salah satu sarana edukasi hayati yang seharusnya dipelihara, dan keberadaannya di dalam kota akan mendatangkan nilai tambah yang sangat signifikan bagi Kota Bogor.

Hardini Sumono, Arkeolog juga pelestari cagar budaya pun ikut menyampaikan pandangannya terhadap pembangunan Kolam Gunting.

Ia mengatakan dulu kolam itu tidak dibuka untuk umum.

"Belanda membuatnya sebagai kolam untuk binantang liar minum, seperti biawak, bajing, kodok, musang, burung, ikan dan lainnya. Logikanya jika banyak manusia simpang siur habibat merekapun terganggu," jelasnya.

Sementara itu, Arkeolog Universitas Indonesia, Dr. Heriyanti Untoro berpendapat, perubahan lingkungan sekecil apapun dapat merusak ekosistem yang sudah terbentuk.

"Perubahan tepian kolam alami di kawasan Istana Bogor yang beralih fungsi sebagai pedestarian sangat menganggu tatanan ekosistem alami," ujarnya.

Ia mengatakan pemulihan akibat kerusakan ekosistem memerlukan waktu lama.

"Terjadinya penyusutan kolam Gunting dengan kesengajaan dapat dianggap sebagai tindakan yang merugikan," pungkasnya.
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Komisi D Segera Panggil Disbudpar Terkait Perlindungan Benda Cagar Budaya

15:07 Jan 14, 2013

Bogor, Jawa Barat, 0.84 Kms

Pemkot Bogor Harus Selamatkan Bangunan Cagar Budaya

15:45 Jan 11, 2013

Bogor, Jawa Barat, 0.84 Kms

Ironis, Beginilah Keadaan Museum Perjoangan

22:24 Feb 18, 2016

Jl. Merdeka, Bogor, 0.84 Kms

Pertunjukan Reog Ponorogo di Kampus UI

14:03 Oct 20, 2012

Depok, 16.39 Kms

Jokowi Diminta Kembangkan Cagar Budaya Setu Babakan

15:41 Jan 15, 2013

Setu Babakan, Jakarta, 18.08 Kms