Verified

59 Benda Diduga Cagar Budaya Segera Dikaji

01:21 Feb 18 2016 Purwokerto, Banyumas

Description
KLIPING - PURWOKERTO – Tim ahli cagar budaya bersama Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, segera melakukan proses pengkajian terhadap 59 benda diduga cagar budaya di wilayah Banyumas. Data tersebut berdasarkan temuan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta pada 2010. Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Carlan mengemukakan, dari data yang dirilis oleh BPCB, ada sejumlah benda cagar budaya yang tidak terdaftar pada data milik bidang kebudayaan. Pihaknya meminta tim ahli mengecek ke lapangan sebelum dikaji. “Ada data yang tidak sama baik lokasi maupun fotonya. Jadi, kami akan mengecek ulang,” kata dia, kemarin. Dia menekankan, proses kajian ulang ini selanjutnya diwujudkan dalam bentuk rekomendasi kepada Pemkab. BCB yang terdata bisa saja diusulkan untuk ditetapkan sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2015, bahkan dihapuskan dari data BPCB. Akan tetapi, Carlan belum bisa memperkirakan cagar budaya yang bisa ditetapkan atau yang bakal dihapus. Dia hanya menargetkan proses kajian terhadap 59 BCB tersebut selesai pada 2016. “Saya belum tahu, nanti tunggu kajian dari tim ahli cagar budaya. Tahun ini menelusuri data dari BPCB dahulu (artefak warisan budaya) yang lain nanti,” tandasnya. Sebagai informasi, data yang dimiliki oleh Dinporabudpar mencantumkan tujuh cagar budaya merupakan peninggalan prasejarah, 41 peninggalan kolonial, delapan peninggalan Islam, dan tiga peninggalan klasik. Didominasi Gedung Benda cagar budaya di Banyumas didominasi oleh gedung sebanyak 25 buah. Selanjutnya ada 11 rumah tinggal, bangunan lain seperti masjid (4), gereja (1), kelenteng (4), stasiun kereta (2), pendapa (1), pabrik (1), dan rumah adat (1). Juga terdapat beberapa benda cagar budaya peninggalan masa kolonial. Beberapa juga ada peninggalan prasejarah dan Islam seperti situs delapan buah, satu buah candi, satu buah makam, dan sebuah petilasan. Sementara itu, Koordinator Banjoemas History Heritage Community (BHHC) Jatmiko Wicaksono mengemukakan, dalam data yang disusun oleh pegiat pelestarian budaya Banyumas, sedikitnya terdapat 400 artefak warisan budaya benda (tangible) dan bukan benda (intangible) yang terindentifikasi. Warisan ini perlu didaftarkan agar tidak mengalami perusakan ataupun kepunahan. “Contoh warisan budaya berupa benda ada berupa bangunan fisik misalnya Gereja Kristen Indonesia yang menempati bekas rumah keluarga Kho Wan (pemilik NV Ko Tek pada masa kolonial). Ada pula yang berupa artefak semacam yoni, penembahan kuno, lingga dan masih banyak lagi,” ungkapnya. Dia memaparkan, sejumlah warisan budaya bukan benda (intangible) antara lain kesenian lengger, calung banyumasan, dan tek-tek (kentongan banyumasan). Sebaiknya, tim ahli cagar budaya dan Dinporabudpar tetap berpedoman pada Perda Banyumas Nomor 4 Tahun 2015 tentang Cagar Budaya. “Saya harap, tim ahli cagar budaya tidak hanya mendata warisan budaya yang berbentuk benda saja, tapi juga yang bukan benda,” tegasnya. (K35-57)
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Rumah cagar budaya simbol pecinan di Sokaraja dibongkar

16:52 Oct 01, 2015

Sokaraja, Banyumas, 3.85 Kms

Kekeringan, kawanan kera keramat Cikakak serbu pemukiman warga

18:54 Jul 06, 2015

Wangon, Banyumas, 13.06 Kms

Memahami Semesta di Karangsambung - KOMPAS.com

10:17 Nov 12, 2012

Kebumen, 30.56 Kms

Cagar Alam Nusakambangan Terus Dijarah - Metro TV News

15:53 Sep 16, 2012

Cilacap, 31.99 Kms