Verified

KPCBN Minta Pemkot Surakarta Taati Hukum

20:18 Feb 18 2016 Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta

Description
KLIPING - LAWEYAN—Komite Penyelamat Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) meminta agar Pemerintah Surakarta (Pemkot) Surakarta menghormati dan menaati proses hukum mengenai permasalahan sengketa Sriwedari. Pasalnya upaya terakhir Pemkot untuk mempertahankan lahan Sriwedari kandas setelah pengajuan Peninjauan Kembali (PK) telah ditolak Mahkamah Agung (MA).
“Pemkot harus menghormati proses hukum yang ada ini dan gentle. Setelah itu yang harus dibangun itu komunikasi dengan ahli waris untuk membahas bersama pengelolaan lahan Sriwedari kedepan,” terang Presidium KPCBN, Agus Anwari, Rabu (17/2).
Agus menambahkan, kendati ahli waris secara hukum memenangkan perkara ini namun mereka tidak leluasa untuk menata atau membangun lahan Sriwedari. Penyebabnya, karena lahan itu sudah termasuk kawasan cagar budaya dan itu dilindungi oleh peraturan yang ada. Lebih dari itu, Pemkot juga mempunyai Peraturan Daerah (Perda) Cagar Budaya dan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota. Sehingga, untuk pemanfaatannya harus sesuai dengan peraturan. “Pemkot itu punya kuncinya, yang mana punya Perda soal cagar budaya dan perda RTRW,” katanya.
Jadi, masih kata Agus, ahli waris harus memperhatikan jika mereka tidak bisa sewenang-wenang dalam melakukan penataan. Salah satu solusinya untuk pemanfaatanya harus bersama-sama tidak bisa sendiri-sendiri. Jadi upayanya itu ada pendekatan dan berunding bersama, karena untuk pembangunan harus seijin Pemkot.
“Penataan dan peruntukannya itu harus sesuai tidak sewenang-wenang kendati menang secara hukum. Harus ada pendekatan dan berunding bersama, sebagai masyarakat inginnya itu jika Sriwedari tetapi menjadi kawasan cagar budaya dan Presiden pun tidak bisa ikut campur mengenai persoalan hukum,” ungkapanya.
Sementara itu anggota KPCBN, HM Sungkar menyatakan dengan ditolaknya PK oleh MA maka Pemkot harus menghormati. Meski begitu, ahli waris juga tidak bisa seenaknya untuk menata Sriwedari.
“Putusan MA itu memang harus dihormati, namun informasinya ada sebagian bidang tanah itu sudah menjadi kepemilikan pemkot. Sebenarnya ahli waris memiliki Sriwedari itu rugi karena tidak bisa berbuat apa-apa kecuali harus sesuai dengan aturan, jadi harus ada koordinasi,” tandasnya

Wartawan : Ari Welianto
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Sengketa Sriwedari, Pemkot Minta Bantuan Jokowi

21:40 Feb 18, 2016

Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta, 0.02 Kms

Koleksi Merana Museum Tua

10:40 Aug 25, 2012

Surakarta, 0.1 Kms

43 Pusaka Museum Radya Pustaka Diinventarisir - Timlo Net

23:04 Jun 16, 2013

Surakarta, 0.1 Kms

Komite Museum Radya Pustaka Tunggu Instruksi Wali Kota

06:42 Feb 17, 2016

Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta, 0.1 Kms