Verified

SENGKETA SRIWEDARI: Ahli Waris Siapkan Konsep Padukan Kawasan Komersial dan Cagar Budaya

23:50 Sep 30 2015 Surakarta

Description
Solopos.com, SOLO–Ahli waris Sriwedari mengaku telah menyiapkan konsep penataan bekas Kebon Rojo itu sebagai kawasan cagar budaya dan kawasan komersial yang terpadu. Konsep tersebut diklaim meniru gaya negara-negara maju Eropa dan Singapura.

Koordinator ahli waris Sriwedari, Gunadi, menyampaikan hal itu ketika ditanya rencana pengelolaan Sriwedari ketika lahan tersebut telah resmi diserahkan kepada ahli waris.

“Bisa saja untuk kawasan komersial, seperti mal, hotel, plasa, yang terpadu dengan museum. Konsep ini seperti yang ada di negara-negara maju seperti Singapura dan Eropa,” papar Gunadi saat berbicang dengan Solopos.com, Rabu (30/9/2015).

Meski demikian, kata Gunadi, konsep tersebut baru sebatas wacana yang mesti dimatangkan dulu. Selain itu, lanjutnya, konsep tersebut juga tetap mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana umum tata ruang kota (RUTRK).

“Toh nantinya perizinannya juga di tangan pemkot” sambungnya.

Menurut Gunadi, masyarakat Solo sebenarnya tak pernah memermasalahkan siapa pengelola lahan Sriwedari. Yang terpenting, kata dia, lahan tersebut tetap menjadi area publik, kawasan cagar budaya, dan menjadi ikon Kota Solo.

“Secara hukum, Sriwedari ini sudah milik ahli waris. Bahkan, Pengadilan Negeri [PN] Solo juga telah menerbitkan surat penetapan eksekusi. Artinya apa? Pemkot akan sia-sia mengajukan PK [peninjauan kembali] lagi,” papar dia.

Terkait perundingan antara ahli waris dengan Pemkot Solo, Gunadi meluruskan bahwa posisi ahli waris bukanlah meminta konsep. Namun, menanti konsep perundingan yang ditawarkan pemkot.

“Mereka [pemkot] mau menawarkan konsep perundingan seperti apa? Kami ini kan pemilik lahan, jadi bukan kami yang menawarkan konsep,” papar dia.

Menurut Gunadi, tahapan eksekusi lahan Sriwedari sebenarnya telah dimulai. Perundingan yang terjadi saat ini, kata dia, semata-mata karena pihaknya sangat menghargai sikap PN Solo demi kebaikan bersama.

“Namun, bukan berarti eksekusi dibatalkan. Perundingan ini kan dilakukan karena memang Pemkot Solo belum bersedia mengosongkan lahan secara sukarela,” paparnya.

Terpisah, kuasa hukum ahli waris Sriwedari, Anwar Rahman, menepis adanya anggapan bahwa Sriwedari bakal diubah menjadi kawasan nonpublik jika dikuasai ahli waris.

“Sejak dahulu kami meminta pengosongan, bukan pembongkaran. Siapa bilang, ahli waris bakal mengganti Sriwedari menjadi lahan nonpublik?” ujarnya.

Menurut Anwar, jika Sriwedari telah dikembalikan kepada ahli waris, kawasan tersebut akan ditata menjadi lahan publik yang jauh lebih baik.

Namun, pendapat sebaliknya dilontarkan mantan kuasa ahli waris, M Jaril. Jaril menuding ahli waris telah berbohong atas pernyataan mereka yang tetap akan memanfaatkan Sriwedari untuk lahan publik. Buktinya, kata Jaril, ahli waris telah menjual lahan tersebut kepada pemodal. “Catatan saya, sudah tiga kali Sriwedari dijual oleh ahli waris. Pertama kepada saya, kedua kepada pengusaha asal Boyolali, dan ketiga pengusaha kayu,” ujarnya.

Ahli waris, kata Jaril, dinilai hanya mencari empati warga Solo dengan mengatakan bahwa Sriwedari tetap menjadi ruang publik. Padahal, yang diinginkan ialah ingin menguasai lahan tersebut lalu menjualnya kepada investor.
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Sengketa Sriwedari, Pemkot Minta Bantuan Jokowi

21:40 Feb 18, 2016

Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta, 0.02 Kms

KPCBN Minta Pemkot Surakarta Taati Hukum

20:18 Feb 18, 2016

Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta, 0.03 Kms

43 Pusaka Museum Radya Pustaka Diinventarisir - Timlo Net

23:04 Jun 16, 2013

Surakarta, 0.07 Kms

Komite Museum Radya Pustaka Tunggu Instruksi Wali Kota

06:42 Feb 17, 2016

Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Surakarta, 0.08 Kms

Koleksi Merana Museum Tua

10:40 Aug 25, 2012

Surakarta, 0.08 Kms