Verified

Revitalisasi Cagar Budaya Masjid Raya Pekanbaru Dinilai Salahi Aturan

23:21 Jun 16 2015 Senapelan, Pekanbaru

Description
KLIPING - TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Salah satu cagar budaya yang ada di Provinsi Riau, Masjid Raya Pekanbaru yang berlokasi di Kecamatan Senapelan saat ini dinilai tidak lagi diperlakukan sebagaimana mestinya. Salah seorang pemerhati cagar budaya masjid raya Pekanbaru, Dendi Setiawan mengatakan, saat ini masjid tertua di Pekanbaru tersebut dipugar untuk direvitalisasi ulang. Padahal dalam aturannya, hal tersebut tidak boleh terjadi.

Kalau pun dilakukan revitalisasi, sesuai dengan aturan yang berlaku, harusnya tidak mengalami perubahan bentuk bangunan asli sebelumnya. Namun kondisi bangunan masjid raya Pekanbaru tersebut yang direnovasi pada tahun 2013 lalu dinilai sudah mengalami perubahan bentuk bangunan asli setelah direvitalisasi, dan kondisinya pun saat ini dalam keadaan terbengkalai.

"Selain itu, papan nama di kawasan masjid sebagai cagar budaya tidak ada. Karena itu, kami melihat ketimpangan karena tidak dipasang papan cagar budaya tersebut," ujar Dendi kepada Tribun, Selasa (16/6).

Dia juga menjelaskan, masjid raya Pekanbaru tersebut sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya atau kawasan yang dilindungi undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya, berdasarkan keputusan menteri kebudayaan dan pariwisata, nomor KM.13/PW.007/MKP/2014 tanggal 3 Maret tahun 2014 lalu.

Dia juga menambahkan, masjid tersebut merupakan mesjid tertua di Pekanbaru, yang kental dengan arsitektur tradisional melayu. Masjid tersebut dibangun pada abad 18 pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah, sebagai sultan keempat dan kelima dari kerajaan Siak Sri Indrapura. Di area masjid tersebut juga terdapat makam Sultan Marhum Bukit atau Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah sekitar sebagai sultan Siak keempat yang memerintah tahun 1866 hingga 1780, sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun. 1775 yang memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan.

"Kami juga sudah mengirimkan surat ke DPRD Riau, agar hal ini bisa dibahas dalam hearing komisi. Selain itu, berdasarkan data yang kami peroleh, penganggarannya juga ada dalam APBD Provinsi Riau 2015, juga pada tahun sebelumnya," ulasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Riau, Aherson, yang juga membidangi aset menanggapi, hal tersebut sebaiknya dipastikan dulu apakah pemugaran sudah berdasarkan izin dari pihak terkait atau belum. Karena, kalau pun ada perubahan bentuk yang terjadi pada masjid tersebut namun sudah atas izin pemerintah dan memperhatikan aturan lainnya, maka hal tersebut boleh dilakukan.

Berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 2010 tersebut, dalam revitalisasi harus melalui studi kelayakan yang dapat dipertanggungjawabkan, kemudian juga harus memperhatikan etika pelestarian, dan mempertahankan gaya arsitektur kontruksi asli, dan atas izin menteri, gubernur, walikota, dan sesuai tingkatannya.

"Dalam undang-undang tersebut kan juga dijelaskan, setiap orang dilarang mengubah fungsi ruang situs cagar budaya tingkat nasional, provinsi, atau kabupaten/kota, baik seluruhnya atau bagian-bagiannya, kecuali dengan seizin menteri, gubernur, bupati/walikota, sesuai dengan tingkatannya. Jadi harus dipastikan dulu, apakah memang belum ada izin dari pemerintah atau sudah ada," ujarnya. (*)
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Ulu Riau Kawasan Cagar Budaya Nasional

15:17 Jan 19, 2013

Ulu Riau, Riau, 38.78 Kms

Status gajah sumatera kritis

17:10 Jul 06, 2012

Pelalawan, 49.41 Kms

46 harimau Sumatera terbunuh akibat konflik

19:47 Jul 14, 2012

Sumatera, 65.97 Kms

Lebaran, Pengunjung Candi Bahal Membludak - Harian Analisa (Blog)

23:04 Aug 21, 2012

Padang Lawas Utara, 122.12 Kms

Benteng Portugis Pulau Cingkuak Kurang Diminati

13:26 Jan 17, 2013

Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, 160.77 Kms