Verified

Nasib Stasiun Semut Tetap Merana

11:10 Apr 10 2012 Surabaya

Description
SURABAYA - Nasib Stasiun Semut lama di Jl Stasiun Kota semakin mengenaskan. Hingga sekarang belum ada kepastian kapan rehabilitasi atau pengembalian stasiun lama yang menjadi cagar budaya tipe A tersebut dilaksanakan. Padahal Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan sudah menyampaikan petunjuk teknis dan desain pembangunan berikut estimasi biaya yang dibutuhkan kepada instansi terkait.
Sesuai dengan rencana awal tahun 2012 ini akan dilakukan perbaikan Stasiun Semut yang dibongkar PT Senopati Perkasa (SP), selaku pelaksana rehabilitasi Stasiun Semut. Namun kenyataannya hingga sekarang belum ada tanda-tanda stasiun itu akan direhabilitasi kembali.

“Sebelumnya untuk mendukung rencana pembangunan, sudah dilakukan kajian
teknis BP3 Trowulan tahun 2011 lalu. Saya tidak tahu mengapa sampai sekarang belum ada kepastian kapan pembangunan kembali di Stasiun Semut itu. Jika ini dibiarkan berlarut-larut akan membuat bangunan Stasiun Semut ini semakin rusak,” tegas Sudirdjo, Anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Senin (9/4).

Ia menegaskan dari beberapa hearing yang melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT SP dan Pemkot Surabaya di Komisi C beberapa waktu sebelumnya, memunculkan kesepakatan, bahwa stasiun Semut harus dibangun kembali setelah ada rekomendasai dari BP3 Trowulan. Namun setelah ada rekomendasi dari BP3 ternyata sampais ekarang belum ada pembangunan kembali.

Bahkan dalam pertemuan terakhir beberapa bulan lalu, lanjutnya, PT SP tidak hadir dalam hearing. Namun Direktur PT SP, Didik Woelyadi Simson sempat menyanggupi akan membangun kembali bangunan yang sudah dibongkarnya. “Kami akan koordinasi dengan Ketua Komisi C agar dilakukan pertemuan kembali. Saya melihat Pemkot Surabaya, PT KA dan PT SP tidak serius untuk segera memperbaiki Stasiun Semut,” tegas politisi PAN ini.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) Daops VIII Sri Winarto mengungkapkan, pihaknya juga masih belum bisa memastikan kapan pelaksanaan pembangunan itu bisa mulai dilaksanakan. “Kami perlu berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait,” katanya.

Bahkan saat ini pihaknya sedang menunggu kebijakan PT KA Pusat dalam hal ini Bagian Heritage. “Jadi kami belum bisa memberikan jawaban pasti kapan dibangun kembali dan anggarannya dari mana. Sebab, kami sifatnya pelaksana sehingga harus koordinasi dengan kantor pusat,” katanya.

Sedangkan Kepala BP3 Trowulan, Aris Sovyani mengatakan, dibutuhkan dana sekitar Rp 12,4 miliar untuk merehabilitasi stasiun semut. Ada sejumlah material yang berasal dari luar negeri. Namun, bisa saja disubtitusi dengan material dalam negeri yang sama sifat dan kualitasnya. “BP3 sudah menyampaikan ini pada PT SP. Setahu saya, sekarang Senopati lagi pematangan mencari konsultan pembangunan,” ungkapnya.

Yang jelas, imbuh dia, BP3 sifatnya adalah supervisi. Pihaknya bakal terus mengawal pembangunan. Dia berharap, pembangunan itu bisa berjalan sesegera mungkin. Sebab, sudah lama bangunan tersebut dibiarkan rusak tanpa upaya jelas untuk merehabilitasinya. Tahun lalu, upaya konkret sudah mulai dilaksanakan dengan sistematis. Jadi, mesti terus dikawal agar cepat tuntas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dsibudpar) Pemkot Surabaya Wiwiek Widayati mengungkapkan hal yang sama. “Kami sangat berharap rehabilitasi fisik bisa cepat dimulai,” ungkap dia. Pemkot, tambah dia, hanya berposisi sebagai pendukung percepatan rehabilitasi. Sedangkan pelaksananya adalah PT SP. Dengan tetap melakukan komunikasi bersama PT KAI dan BP3. Anggaran berasal dari PT SP. Namun pemkot siap jika diajak berdiskusi mengenai masalah ini.

Informasi sebelumnya, Stasiun Surabaya Kota atau Semut ini sendiri dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jatim, khususnya dari Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu.

Stasiun ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878. Dengan meningkatnya penggunaan kereta api, pada tanggal 11 November 1911, bangunan stasiun ini mengalami perluasan hingga ke bentuknya yang sekarang ini.

Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun ujung untuk kereta api ekspres terbaik pada masanya, mulai dari Eendaagsche yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya dalam waktu tercepat 11 jam 30 menit pada tahun 1930-an, hingga kereta ekspres malam Bima hingga awal 1990-an.

Sayangnya, PT SP melakukan pembongkaran eks-Stasiun Semut pada 2003. Padahal bangunan itu menjadi cagar budaya tipe A berdasarkan SK Walikota dengan surat keputusan Nomor 88.45/251/402.1.04/1996, tanggal 26 September 1996.pur
Credibility: UP DOWN 0
Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha

Additional Reports

Rehabilitasi Stasiun Semut Kembali Ngadat - Surabaya Post

12:17 Sep 10, 2012

Surabaya, 0.17 Kms

Suasana Depan Pasar Pabean

05:52 Feb 20, 2016

Jl. Songoyudan, Surabaya, 0.54 Kms

Siola Bakal Dipasangi Videotron Ilegal - Surabaya Post

11:51 Feb 09, 2013

Surabaya, 0.98 Kms

Belum Berizin, Videotron Siola Dihentikan - Surabaya Post

12:30 Feb 11, 2013

Unknown, 0.98 Kms

Balai Kota Surabaya

14:50 Jul 27, 2012

Surabaya, 1.17 Kms